The Bali Desk menghimpun data kebutuhan air dari tiga pengguna terbesar di Bali selatan: rumah tangga, pertanian, dan akomodasi pariwisata. Hasilnya menunjukkan kompetisi yang tidak seimbang, terutama pada musim kering.

Rincian dan Dampak

Pada enam kecamatan dengan kepadatan akomodasi tertinggi, kebutuhan air per kamar per malam berkali lipat dari kebutuhan satu orang penduduk per hari.

Sumur bor menjadi jalan pintas ketika jaringan perpipaan tidak mencukupi, dan pendataannya paling lemah.

Wilayah hulu yang menjadi daerah resapan justru paling sedikit menerima belanja perlindungan kawasan.

Air tidak hilang, ia hanya dipakai lebih dulu oleh yang punya pompa lebih dalam.
— Ahli hidrologi di Denpasar

Langkah Selanjutnya

Metodologi, sumber data, dan catatan keterbatasan kami sertakan pada laporan versi panjang.

Redaksi The Bali Desk akan terus memantau perkembangan isu ini dan memperbarui laporan begitu ada informasi resmi terbaru dari pihak terkait.