Sebuah desa wisata di Bali timur meraih penghargaan nasional untuk kategori pengelolaan berbasis komunitas. Penilaian menyoroti transparansi pembagian pendapatan dan pelibatan perempuan dalam struktur pengelola.
Rincian dan Dampak
Sekitar 70 keluarga terlibat langsung sebagai pemandu, penyedia homestay, dan pengrajin.
Laporan keuangan diumumkan terbuka setiap tiga bulan dalam rapat desa.
Kuota kunjungan harian dibatasi agar aktivitas warga tidak terganggu.
Kami memilih tumbuh pelan supaya desa tidak kehilangan bentuknya.
— Ketua pengelola desa wisata
Langkah Selanjutnya
Penghargaan disertai pendampingan teknis untuk pengembangan produk wisata baru.
Redaksi The Bali Desk akan terus memantau perkembangan isu ini dan memperbarui laporan begitu ada informasi resmi terbaru dari pihak terkait.