Program digitalisasi naskah lontar kuno di Bali mencatat 12 ribu halaman yang siap diakses publik. Program melibatkan penyuluh bahasa Bali serta pemilik lontar keluarga di sejumlah desa.
Rincian dan Dampak
Naskah dipindai resolusi tinggi lalu dialihaksarakan agar mudah dibaca generasi muda.
Koleksi mencakup naskah pengobatan tradisional, wariga, dan kesusastraan.
Akses terbuka disediakan melalui portal daring dengan pencarian berdasarkan kata kunci.
Lontar yang tidak dibaca akan hilang lebih cepat daripada yang dimakan usia.
— Penyuluh bahasa Bali
Langkah Selanjutnya
Tahap berikutnya menyasar naskah milik puri dan pura yang belum terdata.
Redaksi The Bali Desk akan terus memantau perkembangan isu ini dan memperbarui laporan begitu ada informasi resmi terbaru dari pihak terkait.