Serutan kayu memenuhi pasir di depan bengkelnya yang tanpa dinding. Ia satu dari sedikit perajin jukung yang tersisa di pesisir Kusamba, dan hampir semua pelanggannya kini nelayan yang memperbaiki, bukan membeli baru.
Rincian dan Dampak
Satu jukung butuh sekitar tiga pekan pengerjaan dan kayu yang makin sulit didapat.
Permintaan bergeser ke perbaikan lambung dan penggantian cadik, dengan margin jauh lebih tipis.
Dua anaknya bekerja di sektor pariwisata; keduanya bisa membuat jukung, tetapi tidak berniat menjadikannya mata pencarian.
Kalau perahunya berhenti dibuat, bukan hanya bentuknya yang hilang — cara membaca ombaknya ikut hilang.
— Perajin jukung di Kusamba
Langkah Selanjutnya
Ia berharap ada kelas singkat di sekolah setempat agar keterampilan itu setidaknya tercatat.
Redaksi The Bali Desk akan terus memantau perkembangan isu ini dan memperbarui laporan begitu ada informasi resmi terbaru dari pihak terkait.