Pelaku usaha mikro dan kecil di Bali mencatat kenaikan ekspor kerajinan dua digit pada semester ini. Pemanfaatan lokapasar lintas negara dan pameran daring menjadi pendorong utama.

Rincian dan Dampak

Produk anyaman, perak, dan tekstil tradisional mencatat permintaan tertinggi.

Sekitar 1.400 pelaku usaha mengikuti program pendampingan ekspor tahun ini.

Kendala utama yang masih dikeluhkan adalah biaya logistik dan konsistensi mutu produk.

Pesanan datang cepat, tetapi banyak perajin belum siap memenuhi volume besar.
— Pendamping program ekspor UMKM

Langkah Selanjutnya

Pemerintah daerah menyiapkan skema pembiayaan modal kerja khusus perajin berorientasi ekspor.

Redaksi The Bali Desk akan terus memantau perkembangan isu ini dan memperbarui laporan begitu ada informasi resmi terbaru dari pihak terkait.