Pungutan bagi wisatawan asing dirancang untuk membiayai pelestarian budaya dan penanganan lingkungan. Setelah berjalan beberapa waktu, penerimaannya sudah cukup besar untuk membiayai program nyata. Pertanyaan yang kini relevan bukan lagi berapa yang terkumpul, melainkan seberapa jelas publik bisa melacak penggunaannya.

Rincian dan Dampak

Laporan penerimaan diumumkan berkala, namun rincian belanja per program jarang dipublikasikan dalam format yang bisa dibaca ulang oleh publik.

Tanpa pelacakan yang terbuka, program pelestarian sulit dibedakan dari belanja rutin yang sebelumnya sudah dibiayai anggaran daerah.

Beberapa daerah lain menerbitkan dasbor terbuka berisi nilai kontrak, lokasi, dan capaian fisik. Model ini bisa diterapkan tanpa menunggu aturan baru.

Transparansi bukan syarat tambahan; ia yang membuat pungutan terasa adil bagi yang membayar dan yang menerima manfaat.
— Peneliti kebijakan fiskal daerah

Langkah Selanjutnya

Rubrik The Desk akan menelusuri alur dana ini pada seri lanjutan, termasuk membandingkan rencana dan realisasi belanja.

Redaksi The Bali Desk akan terus memantau perkembangan isu ini dan memperbarui laporan begitu ada informasi resmi terbaru dari pihak terkait.