Setiap pukul lima pagi ia menyusuri saluran, membuka dan menutup pintu air sesuai giliran yang disepakati. Pekerjaan itu ia jalani lebih dari tiga dekade. Yang berubah, katanya, bukan cara kerjanya, melainkan jumlah sawah yang tersisa untuk diairi.
Rincian dan Dampak
Ia menaksir lebih dari seperlima lahan di wilayah subaknya berpindah fungsi dalam sepuluh tahun terakhir.
Ketika satu petak dijual, aliran air di petak sekitarnya ikut berubah — masalah yang jarang masuk dalam kajian izin.
Regenerasi menjadi persoalan: sedikit anak muda bersedia memikul tugas yang menuntut waktu tetapi nyaris tanpa imbalan.
Saya tidak menolak pembangunan. Saya hanya ingin ditanya sebelum air kami dibelokkan.
— Pekaseh subak di Tabanan
Langkah Selanjutnya
Ia berharap ada insentif tetap bagi penggarap, agar bertani tidak selalu kalah dibanding menyewakan tanah.
Redaksi The Bali Desk akan terus memantau perkembangan isu ini dan memperbarui laporan begitu ada informasi resmi terbaru dari pihak terkait.